Al-Qur'an Online

Photobucket

Wednesday, March 16, 2011

Sebait Pusi yang indah tentang "IBU"

Ibu....selalu menyertaimu
Ibumu adalah bisikan daun-daun
Ketika kau mencari angin
berjalan.....
Ia adalah aroma segar yang keluar dari kaus kakimu yang putih tercuci bersih
Ibumu hidup dalam tawamu
Dan mengkristal dalam tetes air matamu

Ibumu adalah tempat tinggalmu yang pertama
Dari sana kamu datang
dan dia adalah terang
yang menuntun setiap langkah hidupmu

Dialah cinta pertamamu
takkan ada yang dapat memisahkanmu darinya
Waktu.....
Jarak....
Bahkan kematian
Tak kan memisahkanmu dari ibumu

Kamu akan selalu membawa dia
dalam dirimu
selalu......





Dari teman & sahabat baik disana (Bu Erna)

Tuesday, March 8, 2011

HIKMAH

Dalam hidup ini semua akan menjadi tua dan berangsur-angsur hancur dan hilang.
Gigi yang begitu kuat dan keras dapat copot
Tapi lidah yang lunak, walaupun sudah tua tetapi tidak akan pernah bisa copot.
Begitulah hidup.....
Kalau hidup yang keras atau suatu yang keras
lalu dilawan juga dengan kekerasan maka semua akan hancur
Batu jika di adu dengan batu.....maka yang timbul adalah api...
Tapi...
Apabila dilawan dengan kelembutan, maka dia akan bertahan.


Hidup ini silih berganti...
Kadang kita bahagia.....
Tapi suatu saat kita akan merasakan dan berada dalam kegelapan yang kadang dirasa sangat berat dan menyengsarakan.....
Jika semua itu kita hadapi dengan sabar, iklas, dan Tawakal...maka setelah sebuah kesusahan/kegelapan yang kita rasakan kita akan disambut oleh cahaya abadi kebahagian....
Yakin dan berserah diri hanya kepada pemilik hidup yaitu ALLAH SWT.


Ketenaran bukanlah suatu kebanggaan...
Tapi didalamnya terdapat beban yang berat yang harus kita pikul.
Karena dengan ketenaran berarti kita harus bertanggungjawab menjaga diri dan keluarga...


Sunday, July 12, 2009

DUIT

Orang biasa menyebutnya Uang. Tapi Duit kali ini bukanlah Uang.

DUIT


D : Do'a
Setiap orang yang beriman pasti selalu berdo'a kepada Allah (Tuhannya masing - masing). Setiap senang, susah, sedih, ataupun bahagia orang akan selalu berdo'a.
Tapi berdo'a punya tatacara dan adab yang harus ditaati jika ingin do'anya di jawab sama Allah. Kalau kita tinggalnya di negara Arab, banyak tempat - tempat mustajab (diterimanya do'a) untuk berdo'a, tapi di Indonesia kita tidak punya tempat - tempat mustajab untuk berdo'a. Kita hanya punya waktu - waktu mustajab untuk berdo'a.
Waktu - waktu mustajab diantaranya:
  1. Setelah shalat Fardhu
  2. Saat hujan turun
  3. Waktu Fajar
  4. Saat sepertiga malam
Berdo'a harus dilakukan dengan lahir bathin yang bersih. jika lahir kita kuat berdo'a, tapi bathin kita kotor. tidak ada artinya. Do'a kita tidak akan sampai kepada Allah.
Contohnya : Pada saat kita akan berangkat ke kantor kita berdo'a, tapi selama naik kendaraan kita tidak memperhatikan peraturan dan rambu - rambu yang ada.bahkan mungkin bagi yang punya motor malas menggunakan helm. maka Do'a yang sudah dibaca tidak ada gunanya karena kalau ada kecelakaan kita pasti akan celaka.

U : Usaha / Ikhtiar
Orang yang suka berdo'a tapi tidak mau berusaha sama dengan orang MALAS
Orang yang suka bekerja tapi tidak mau berdo'a sama dengan orang SOMBONG
setiap do'a harus selalu dibarengi dengan do'a. Allah akan selalu ridho kepada orang yang bekerja sambil berusaha.

I : Istiqomah
Setelah berdo'a dan berusaha, kita diharapkan bisa istiqomah dengan apa yang sudah kita lakukan selama hal itu sesuai dengan jalan yang diridhoi Allah. Berusaha istiqomah dengan do'a- do'a kita

T : Tawakal
Setelah semua sudah kita lakukan, hal terakhir yang bisa kita lakukan adalah tawakal / berserah diri dengan ketentuan Allah. Jika kita melakukan sesuatu dengan benar, Pasti Allah tidak akan menyia - nyiakan kita sebagai hambanya yang taat.

lakukanlah segala sesuatu dengan Ikhlas karena Allah Swt. InsyaAllah kita akan mendapatkan apa yang kita minta kepada Allah. Dan belajarlah bersabar terhadap semua ketentuan Allah. Karena Allah tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuan hambanya itu.
Susah, senang, sedih, gembira itu semua bisa jadi anugerah, cobaan atau ujian dari Allah. kunci utamanya adalah DUIT (Do'a, Usaha, Istiqomah dan Tawakal). InsyaAllah.

Semoga bermanfaat.

Saturday, April 18, 2009

BEWARE ...Penyakit Paget

Maaf Buat yang kurang berkenan. Ini hanya sebagai informasi buat semua.


Beware my friends...


.
Teruskan ini kepada semua wanita dalam hidup Anda.

Para ibu, anak perempuan, saudari, tante, kawan-kawan, dsb.





Dalam bulan November (2004), satu jenis kanker baru ditemukan.

Pada seorang wanita timbul sebuah bintik merah di payudaranya, hal ini sama seperti pada ibu-ibu muda yang sedang menyusui.


Karena mammogram (foto sinar-x payudara)-nya cerah, dokter mengobatinya dengan antibiotik untuk infeksi. Setelah 2 kali pengobatan, hal itu berlangsung menjadi lebih buruk, jadi dokternya mengirim dia untuk difoto x-ray lagi. Kali ini mammogram-nya menunjukkan suatu gumpalan. Oleh biopsi didapati suatu penumbuhan yang bersifat ganas. Chemo (terapi kimia) dimulai untuk menciutkan perkembangan gumpalan itu; lalu dilakukan pembedahan (mastectomy) ; kemudian terapi kimia sepenuhnya; lalu radiasi.

Kira-kira setelah 9 bulan pengobatan intensif, ia diberi surat keterangan sehat.

Dia hidup sehat penuh setiap hari dalam setahun. Lalu kanker itu kembali ke daerah hati (lever). Ia melakukan 4 kali pengobatan dan memutuskan bahwa ia mengingini kualitas hidup, bukan setelah efek Chemo. Ia memiliki waktu 5 bulan dan ia merencanakan tiap detail dari akhir hidupnya. Setelah beberapa hari hidup dengan membutuhkan morphine, ia mati. Dia meninggalkan berita ini untuk para wanita dimanapun: Wanita, WASPADALAH pada segala sesuatu yang tidak normal, dan gigihlah untuk mendapat pertolongan sesegera mungkin

Penyakit Paget: Ini adalah suatu bentuk yang jarang dari kanker payudara, dan ada di luar dari payudara, pada puting susu dan aureole (lingkaran gelap di sekitar puting). Mulai muncul sebagai bintik merah, yang kemudian menjadi luka dengan kerak di tepi luarnya.

Saya tidak pernah curiga itu kanker tetapi demikianlah. Puting susu saya sepertinya tidak beda bagiku, tapi bintik merah itu mengganggu saya, dan karena itu saya ke dokter.

Terkadang, gatal dan nyeri, tapi lain dari itu tidak menyusahkan saya. Itu hanya jelek dan suatu gangguan, dan tak dapat dihilangkan oleh semua krim (salep) yang dianjurkan pleh dokter saya dan para dokter karena radang kulit (dermatitis) pada mata saya tepat sebelum penjangkitan ini. Mereka rupanya sedikit prihatin tetapi tidak memberi peringatan bahwa ini mungkin kanker

Nah, saya kira tidak banya wanita yang tahu bahwa suatu luka atau bintik pada puting susu atau aureole mungkin kanker payudara. (Punyaku dimulai sebagai sebuah jerawat merah pada aureole. Satu yang terbesar dari penyakit Paget dari puting susu adalah bahwa gejala-gejala yang timbul tidak berbahaya. Itu sering disangka suatu radang atau infeksi kulit,

yang sayangnya berakibat keterlambatan dalam deteksi dan perawatan).


APA GEJALANYA?


1. Suatu kemerahan, pengeluaran cairan, dan pengerasan kulit dari puting susu Anda yang terus menerus yang membuatnya terasa gatal dan terbakar seperti yang saya nyatakan, punyaku tidak banyak gatal atau terbakar, dan tidak mengalir saya sadari itu, tetapi ada kerak kulit (keras) sepanjang tepi luar pada satu sisi).


2. Nyeri pada puting Anda . (Punyaku di sekitar aureole dengan suatu daerah yang terlihat putih dan tebal di tengah-tengah puting susu).




3. Biasanya berpengaruh hanya pada satu puting. Bagaimana didiagnosa? Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan harus menganjurkan segera membuat foto mammogram dari kedua payudara. Meskipun kemerahan,keluarnya cairan dan pengerasan kulit dengan jelas menunjukkan dermatitis(radang kulit), dokter Anda harus mencurigai kanker bila rasa nyeri hanya pada satu susu. Dokter Anda harus menyuruh biopsi (pengambilan jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop) bagian dari rasa nyeri Anda untuk memastikan apa yang sedang terjadi..





Berita ini harus ditanggapi dengan serius dan diteruskan kepada sebanyak mungkin keluarga dan teman Anda; hal ini dapat menyelamatkan hidup seseorang.





Kanker payudara saya telah menyebar dan menjalar ke tulang-tulang saya setelah menerima mega dosis dari kemoterapi, 28 pengobatan radiasi dan makan Tamaxofin. Apabila sejak awal hal ini telah didiagnosa sebagai kanker payudara, mungkin tidak akan menyebar...





KEPADA SEMUA PEMBACA:





Ini menyedihkan jika para wanita tidak menyadari tentang penyakit Paget.

Apabila, dengan meneruskan berita ini ke sekeliling di e-mail, kita

dapat membuat orang lain mengetahui hal ini dan bahaya potensialnya, maka

kita sedang membantu para wanita di mana saja.





Mohon, bila Anda dapat, ambillah waktu untuk mem-forward berita ini

kepada sebanyak mungkin orang, khususnya untuk keluarga dan teman-teman Anda.

Ini hanya membutuhkan sedikit waktu, namun hasilnya dapat menyelamatkan hidup seseorang!





Beware... tell your mother, sister, girl friends, and your wife!



Dari kiriman Email teman-teman




Tuesday, April 7, 2009

Shalat

Dalam Shalat orang kadang sering lupa dengan bacaan bahkan dengan jumlah rakaat yang sudah atau belum dikerjakan. Hal ini sering disebabkan karena tidak khusyu'nya seseorang saat sholat. Kalau hal itu terjadi orang tersebut harus mengganti dengan sujud syahwi. Boleh dilakukan sebelum salam atau sesudah salam.
Dalam shalat tidak dikenal yang namanya istilah Qodho atau ganti. Dalam shalat hanya ada istilah Jama' atau Qoshor.
Jama' adalah menggabungkan 2 buah shalat Fardhu yaitu : Zuhur dengan Ashar, Magrib dengan Isya. Subuh tidak boleh digabung dengan shalat fardhu manapun.
Qoshor adalah memotong jumlah rakaat Shalat dari 4 rakaat menjadi 2 rakaat. kalau magrib dan subuh tidak boleh di Qoshor.
Jama' dan Qoshor tidak boleh dilakukan disembarang waktu. Jama' dan Qoshor cuma boleh dikerjakan kalau memang sangat harus dilakukan untuk menghindari agar kita tidak meninggalkan shalat. Contohnya dalam perjalanan yang jauh, yang mungkin akan makan waktu berjam - jam sehingga akan sangat mungkin melewati waktu shalat bahkan bisa ketinggalan waktu shalat. Sehingga kalau tidak di jama' maka kita bisa tidak dapat waktu shalat.
Jama' dan qoshor tidak boleh disengaja meniatkan untuk melakukannya. Contohnya: kita akan pergi jalan - jalan padahal waktu shalat tinggal 1 jam atau beberapa menit lagi. dan kitapun sebenarnya tidak terburu - buru untuk pergi. Tapi karena kita tahu bahwa boleh jama', maka kita tidak menunggu waktu shalat dan berniat menjama' saja. padahal kita tidak punya halangan untuk menunggu waktu shalat.
Islam itu mudah, tapi tidak boleh dimudahkan atau dianggap remeh.

Friday, March 6, 2009

Rukun - Rukun Shalat

Sering kali orang lupa bahkan tidak tahu cara sholat yang benar. Sehingga shalat yang dilakukannya menjadi tidak sempurna. dan bahkan menyebabkan shalat yang dilakukannya menjadi batal.
Sholat mempunyai rukun - rukun yang apabila salah satunya ditinggalkan, maka batallah sholat tersebut. Berikut ini penjelasan secara terperinci tentang rukun- rukun sholat

  1. Berniat Yaitu niat di hati untuk melaksanakan sholat tertentu, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, "Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya." (Muttafaq 'alaih) Niat itu dilakukan bersamaan dengan melaksanakan takbiratul ihram dan mengangkat kedua tangan, namun, tidak mengapa kalau niat itu sedikit lebih dahulu dari keduanya.
  2. Membaca Takbiratul Ihram Yaitu dengan lafazh (ucapan): "Allaahuakbar" Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, "Kunci sholat itu adalah bersuci, pembatas antara perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu sholat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan sholat adalah salam." (HR AbuDaud, At-Tirmidzi, dan lainnya: hadits shahih)
  3. Berdiri (bagi yang sanggup ketika melaksanakan sholat wajib) Hal ini berdasarkan firman Allah SWT, "Peliharalah segala sholat(mu) dan(peliharalah) sholat wustho (Ashar). Berdirilah karena Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu'." (QS Al-Baqarah: 238) Sabda Rosulullah saw kepada Imran bin Hushain, "Sholatlah kamu dengan berdiri; apabila tidak mampu, maka dengan duduk; dan jika tidak mampu juga, maka sholatlah dengan berbaring ke samping." (HR Al-Bukhari)

  4. Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Sholat Fardu dan Sholat Sunah Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah saw, "Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca surat Al-Fatihah." (HR Bukhari)

  5. Ruku' Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan." (QS Al-Hajj: 77) Juga berdasarkan sabda Nabi saw kepada seseorang yang tidak benar sholatnya: " ... kemudian ruku'lah kamu sampai kamu tuma'ninah dalam keadaan ruku'."(HR Bukhari dan Muslim)

  6. Bangkit dari Ruku' Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah saw terhadap seseorang yang salah dalam sholatnya: " ... kemudian bangkitlah (dari ruku') sampai kamu tegak lurus berdiri." (HRBukhari dan Muslim)


  7. I'tidal (berdiri setelah bangkit dari ruku') Hal ini berdasarkan hadits tersebut di atas tadi dan berdasarkan hadits lainyang berbunyi: "Allah tidak akan melihat kepada sholat seseorang yang tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku' dan sujudnya." (HR Ahmad, dengan isnad shahih)

  8. Sujud Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang telah disebutkan di atas tadi. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw, "Kemudian sujudlah kamu sampai kamu tuma'ninah dalam sujud." (HR Bukhari dan Muslim)

  9. Bangkit dari Sujud Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw: "Kemudian bangkitlah sehingga kamu duduk dengan tuma'ninah." (HR Bukhari danMuslim)

  10. Duduk di antara Dua Sujud Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah saw: "Allah tidak akan melihat kepada sholat seseorang yang tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku' dan sujudnya." (HR Ahmad, dengan isnadshahih)

  11. Tuma'ninah Ketika Ruku', Sujud, Berdiri, dan Duduk Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw kepada seseorang yang salah dalam melaksanakan sholatnya: "Sampai kamu merasakan tuma'ninah." (HR Bukhari dan Muslim) Tuma'ninah tersebut beliau tegaskan kepadanya pada saat ruku', sujud, dan duduk, sedangkan i'tidal pada saat berdiri. Hakikat tuma'ninah itu ialah bahwa orang yang ruku', sujud, duduk, atau berdiri itu berdiam sejenak, sekadar waktu yang cukup untuk membaca satu kali setelah semua anggota tubuhnya berdiam. Adapun selebihnya dari itu adalah sunah hukumnya.

  12. Membaca Tasyahud Akhir Serta Duduk. Berdasarkan perkataan Ibnu Mas'ud ra yang bunyinya: "Dahulu kami membaca di dalam sholat sebelum diwajibkan membaca tasyahhud adalah, 'Kesejahteraan atas Allah, kesejahteraan atas malaikat Jibril dan Mikail.' Maka bersabdalah Rasulullah saw, "Janganlah kamu membaca itu, karena sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia itu sendiri adalah Maha Sejahtera, tetapi hendaklah kamu membaca: "Segala penghormatan, shalawat dan kalimat yang baik bagi Allah. Semoga kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah dianugerahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga kesejahteraan dianugerahkan kepada kita dan hamba-hamba yang salih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RosulNya." (HR An-Nasai,Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi, dengan sanad shahih) "Apabila salah seorang di antara kamu duduk (tasyah-hud), hendaklah dia mengucapkan: 'Segala penghormatan, shalawat dan kalimat-kalimat yang baik bagi Allah'." (HR Abu Daud, An-Nasai dan yang lainnya, hadits ini shahih dan diriwayatkan pula dalam dalam "Shahih Bukhari dan Shahih Muslim") Adapun duduk untuk tasyahud itu termasuk rukun juga karena tasyahhud akhir itu termasuk rukun.

  13. Membaca Salam Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah saw, "Pembuka sholat itu , pembatas antara perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu sholat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan sholat adalah salam."(HR Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits shahih )


  14. Melakukan Rukun-Rukun Sholat Secara Berurutan Oleh karena itu, janganlah seseorang membaca surat Al-Fatihah sebelum takbiratul ihram dan janganlah ia sujud sebelum ruku'. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, "Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat." (HR Bukhari) Maka apabila seseorang menyalahi urutan rukun sholat sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah saw, seperti mendahulukan yang semestinya diakhirkan atau sebaliknya, maka batal-lah sholatnya.
Narasumber: Buku "Tuntunan Sholat Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah" dan beberapa sumber lainnya.

Tuma'ninah dalam Shalat

Rasulullah SAW melakukan shalat dengan tuma'ninah (rileks), yaitu sikap tenang, atau diam sejenak sehingga dapat menyempurnakan perbuatannya, dimana posisi tulang dan organ tubuh lainnya dapat berada pada tempat yang sempurna.

Kebanyakan kita telah lupa tentang caranya rileks. Padahal kita mengetahui secara naluriah semasa bayi, namun pelan - pelan melupakannya ketika kita tumbuh menjadi dewasa. Sementara itu, kecepatan dan tekanan hidup modern mulai membuat kita lelah. kita dituntut untuk terus berpacu dengan waktu. Hingga banyak orang yang menjadi stress. Banyak dokter terkemuka meyakini bahwa penyakit - penyakit modern dan penuaan dini antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan orang dalam menghadapi stress.

"Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang - orang yang khusyu', yaitu orang - orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya."(Al-Baqarah : 45-46)

Dari ayat di atas bisa di jabarkan cara memasuki shalat yaitu :
  1. Heningkan pikiran anda agar rileks. Usahakan tubuh anda tidak tegang. Tak perlu mengkonsentrasikan pikiran sampai mengerutkan kening karena anda akan merasakan pusing dan capek. Jika terjadi seperti itu, kendorkan tubuh anda sampai terasa nyaman kembali.
  2. Biarkan tubuh meluruh, agak dilemaskan, atau bersikap serileks mungkin.
  3. Kemudian rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungkan rasa itu kepada Allah. Biasanya kalau sudah tersambung, suasana sangat hening dan tenang, serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik. Getaran jiwa inilah yang menyambungkan kepada Zat, yang menyebabkan pikiran tidak liar kesana kemari.
  4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa anda sedang berhadapan dengan Zat Yang Maha Kuasa, Yang Meliputi Segala sesuatu, Yang Maha Hidup, Yang Maha Suci dan Yang Maha Agung. Sadari bahwa anda akan memuja dan bersembah sujud kepada-Nya serendah-rendahnya, menyerahkan segala apa yang ada pada diri anda. Biarkan ruh anda mengalir pergi, dengan suka rela menyerahkan diri : “Hidup dan matiku hanya untuk Allah semata”.
  5. Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik ruhani meluncur kehadirat-Nya. Pada saat itulah ucapkan takbir “ALLAHU AKBAR”. Jagalah rasa tadi dengan meluruskan niat, rasakan kelurusan jiwa anda yang terus bergetar menuju Allah. Setelah itu, menyerahlah secara total, inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil ‘alamin(sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata).
  6. Rasakan keadaan berserah yang masih menyelimuti getaran jiwa anda, dan mulailah perlahan-lahan membaca setiap ayat dengan tartil. Pastikan anda masih merasakan getaran pasrah saat membaca ayat di hadapan-Nya. Kemudian lakukanlah ruku’. Biarkan badan anda membungkuk dan rasakan. Pastikan bahwa ruh anda perlahan-lahan turut ruku’ dengan perasaan hormat dan pujilah Allah Yang Maha Agung dengan membaca: “subhaana rabbiyal adhiimi wabihamdihi”. Jika antara ruhani dengan fisik anda telah seirama, maka getaran itu akan bertambah besar dan kuat, dan bertambah kuat pula kekhusyu’an yang terjadi.
  7. Setelah rukuk, anda berdiri kembali perlahan sambil mengucapkan pujian kepada Zat Yang Maha Mendengar:”samiallahu liman hamidah” (semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya). Rasakan keadaan ini sampai ruhani anda mengatakan dengan sebenarnya. Jangan sampai sedikitpun tersisa dalam diri anda rasa untuk ingin dipuji, yang terjadi adalah keadaan nol, tidak ada beban apa-apa kecuai rasa hening.
  8. Kemudian secara perlahan sambil tetap berdzikir:”Allahu Akibar”, bersujudlah serendah-rendahnya. Biarkan tubuh anda bersujud, rasakan sujud anda agak lama. Jangan mengucapkan pujian kepada Allah Yang Maha Suci, subhaana rabbiyal a’la wabihamdihi, sebelum ruh dan fisik anda bersatu dalam satu sujudan. Biasanya terasa sekali ruhani ketika memuji Allah dan akan berpengaruh kepada fisik, menjadi lebih tunduk, ringan dan harmonis.
  9. selanjutnya, lakukanlah shalat seperti di atas dengan pelan-pelan, tua’ninah pada setiap gerakan. Jika anda melakukannya dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun fifsik anda. Sempurnakn kesadaran shalat anda sampai salam.


Sehabis shalat, duduklah dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas pada diri anda. Ruhani anda masih merasakan getaran takbir, sujud, rukuk, dan penyerahan diri secara total. Kemudian pujilah Allah dengan memberikan pujian itu langsung tertuju kepada Allah, agar jiwa kita mendapatkan energi Ilahi serta membersihkannya.
Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar …Alhamdulillah....Alhamdulillah...Alhamdulillah…Subhanallah … Subhanallah … Subhanallah …Asyhadu anlaa ilaha illallah Wa asyhadu anna muhammdarrasulullahInna lillahi wa inna ilaihi raji’unLa haula wa la quwwata illa billahil a’liyyil adhiim


“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasakan tenang, maka dirikanlah shalat (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (an-Nisa’: 103)

Dengan membiasakan diri rileks / tuma'ninah InsyaAllah stress akan susah menghampiri kita. Mulailah dari sekarang untuk belajar lagi bagaimana cara menenangkan hati dan pikiran dengan melatih rileks, mengosongkan sesaat pikiran dari hal - hal yang memberatkan hati dan latihan tuma'ninah dalam mengerjakan shalat, baik wajib ataupun sunnah.

dikutip dari : http://sanggardewa.wordpress.com/2007/09/11/